25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

La Ode Nasrullah Angkat Bicara Soal Rencana Pemda Wakatobi Subsidi Pesawat Wings Air

Wakatobi, Britakita.net

Niat bupati Wakatobi, Haliana untuk mensubsidi pesawat rute Wangi-wangi-Kendari ternyata belum ditindak lanjut secara resmi. Pasalnya, hingga kini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi belum mendapatkan surat resmi dari Pemerintah Daerah.

Padahal sebelumnya, Bupati Wakatobi pernah mengatakan akan mengupayakan kembalinya penerbangan ke Wakatobi asal DPRD menyetujui usulan Pemda untuk mengadakan sudsidi.

“Kita juga sampaikan bahwa tidak ada jalan, kita harus bantu pihak Lion Air dalam rangka subsidi, yang akan kita beli, yang akan kita bantu supaya bisa memastikan keterisian pesawat itu sehingga bisa terbang kembali,” ucap Bupati Wakatobi, Haliana beberapa waktu lalu.

Ungkapan orang nomor satu di daerah berjuluk ‘Surga Bawah Laut’ ini sendiri ramai dibahas dan menjadi perbincangan warganet di berbagai media sosial dan grub WhatsApp, ada yang sepakat ada juga yang tidak sepakat.

BACA JUGA :  Surat Bupati Untuk Rute kapal Cantika Dinilai Sebagai Penyalahgunaan Wewenang

Terkait hal ini, Wakil Ketua II DPRD Wakatobi, La Ode Nasrullah pun angkat bicara. Ia mengatakan, bagaimana bisa DPRD menyatakan setuju atau tidak sedangkan surat secara resmi dari Pemda Wakatobi yang ditanda tangani Sekda belum diterima DPRD.

“Sejauh ini belum ada surat resmi ke DPRD terkait usulan Subsidi, surat yang masuk dan ditandatangani Sekda itu muatannya adalah meminta persetujuan DPRD terkait subsidi Wings Air, nah apa yang DPRD harus setujui? Ada skema kerjasama yang harus dibicarakan, kita akan kontrak kah, atau blok seat/kursi kah, atau apa, itu yang harus dibahas dalam rapat kerja,” Ungkapnya.

BACA JUGA :  Warga Numana Wakatobi Adukan Rusaknya Area Budidaya Rumput Laut, Diduga Akibat Tambang Pasir

Wakil rakyat besutan Partai NasDem itu menyarankan agar pemerintah menyurat secara resmi tentang usulan subsidi agar DPRD dapat menjadwalkan secara resmi melalui rapat kerja sampai diparipurnakan sesuai tata tertib DPRD.

Sebab lanjutnya, hal ini berkonsekuensi anggaran maka ada mekanisme yang harus dilakukan agar anggaran subsidi itu bisa sah untuk digunakan dan tidak menjadi masalah dikemudian hari.

“itu baru bisa kita anggap subsidi ini sebagai salah satu, ingat salah satu solusi ya, bukan satu-satunya. Sederhananya kita jangan bicara obat dulu sebelum diagnosanya tuntas,” ungkapnya.

“Seluruh analisis mengenai Pariwisata hampir gugur ketika terkendala transportasi. Perbadingan waktu tempuh dengan daerah wisata yang lain menjadi pertimbangan utama turis tentunya,”pungkasnya.

Laporan: Samidin

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!