25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Dua Siswa Pengeroyok Guru SMP di Konsel Bakal Dikeluarkan dari Sekolah, Dikenal Suka Bolos dan Langgar Tatib

Konawe Selatan, Britakita.net 

Dua siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Konawe Selatan (Konsel) berinisial AF (15) dan ID (15), pelaku penganiyaan gurunya sendiri terancam dikeluarkan dari sekolah.

Hal itu disampaikan, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Konsel, La Dimun, bahwa dari hasil rapat yang dilakukan dewan guru, kedua siswa tersebut akan dikeluarkan.

“Hasil rapat kemarin, dengan para guru memutuskan untuk dikeluarkan kedua siswa ini,” kata La Dimun saat dihubungi melakui via seluler, Selasa, 22 Maret 2022.

Namun alasan dikeluarkannya dua siswa ini bukan hanya karena kasus penganiayaan saja, sebab kedua siswa tersebut rupanya kerap kali melanggar tata tertib sekolah.

Menurutnya, berdasarkan laporan para guru kedua siswa tersebut dikenal bengal dan kerap bolos dari kelas serta sering mendapat teguran dari para guru.

BACA JUGA :  Asik Nongkrong di JTK, Ajis Dilarikan ke RSUD Kendari Dengan Punggung Berdarah

“Laporan para guru-guru, rupanya dua anak ini beberapa kali melakukan pelanggaran, seperti bolos mata pelajaran. Kami mengirim surat kepada orang tuanya sebelumnya, kami panggil ke sekolah, tapi kembali lagi terjadi,” bebernya.

Pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) Konsel terkait penyelesaian masalah penganiayaan tersebut.

La Dimun berharap agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara damai antara korban dan para pelaku penganiayaan.

“Kami masih melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait masalah ini. Saya sendiri berharap bahwa persoalan ini bisa diselesaikan secara damai tanpa harus dibawa ke ranah hukum,” harapnya.

BACA JUGA :  Mandek di Polres Butur, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Bawah Umur Diminta Ditarik Ke Polda

Saat dihubungi Kapolsek Palangga, Iptu. Rusmin mengatakan bahwa pelaku merupakan siswa sendirinya. Menurutnya, korban yang sedang melakukan peraktek menegur yang pelaku tidak memakai seragam olahraga.

“Siswa ditegur, kemudian melaporkan kepada orang tuanya, dan sambil marah-marah kepada korban, dan langsung memukul,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam yang dibuktikan laporan visum di Puskesmas setempat. “Saat ini masih dalam proses penyidikan,” ungkap Iptu Rusmin.

Sebelumnya, pada Minggu (20/3/2022) seorang Guru Honorer bernama Jasman (28) dianiaya dua siswanya yakni AF dan ID saat sedang mengajar praktek renang di Permandian Apolu, Desa Sangi-Slsangi, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konsel.

Laporan: Adh / Editor: Up

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!