23.8 C
Kendari
Sabtu, Desember 3, 2022

Diduga Jadi Pemicu Banjir Lumpur, PT. MSSP Ternyata Belum Kantongi IPPKH

Kendari, Britakita.net

Perusahaan pertambangan nikel di Desa Boenaga Kecamatan Lasolo Kepulauan, Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), PT Manunggal Sarana Surya Pratama diduga belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan Sultra, Beni Rahardjo mengatakan, PT Manunggal Sarana Surya Pratama belum memiliki IPPKH.

Sebelumnya, PT Manunggal Sarana Surya Pratama telah mengajukan permohonan PPKH ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI pada tahun 2019.

“Tahun 2021 PT MSSP masuk dalam daftar kegiatan yang telah terbangun dalam kawasan hutan yang tidak memiliki izin yang akan diverifikasi dan ditentukan sanksinya oleh KLHK,” kata Beni Rahardjo dalam pesan WhatsApp, Kamis, 7 Juli 2022.

BACA JUGA :  Presiden RI Dijadwalkan Kunker Dua Hari di Sultra 

Soal sanksi apa yang sudah dijatuhkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Beni Rahardjo belum bisa memastikan.

“Sampai sekarang saya tidak tahu progresnya, karena verifikasi di atas tidak melibatkan dinas, yang dilibatkan di Sultra adalah Balai Penegakan Hukum KLHK (Gakkum) dan BPKH,” ujarnya.

Beni menambahkan, untuk IUP PT MSSP sendiri keberadaanya ada yang masuk dalam kawasan hutan dan ada yang tidak masuk.

“Ada di kawasan hutan dan di luar kawasan hutan. Saya tidak dapat memastikan kalau dalam kawasan terdapat kegiatan setelah UUCK berlaku (November 2020), tidak diperkenankan. Namun kegiatan dalam kawasan hutan sebelum UUCK berlaku ada prosedur pengenaan sanksi seperti saya sebutkan,” sambungnya.

Dugaan belum adanya IPPKH, PT MSSP juga diungkapkan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) XIX Laiwoi Utara Kabupaten Konut, melalui Nasrudin.

BACA JUGA :  Sabet Perunggu di Kejuaraan Dunia di Thailand, Sparko Indonesia Bersama Pertamina Patra Niaga Sultra Berikan Penghargaan dan Uang Pembinaan

“Belum ada, belum ada (IPPKH). Selesai lebara kita naik cek,” kata Nasrudin, Jumat, 8 Juli 2022.

Untuk diketahui, pada Rabu dini hari 6 Juli 2022 lalu, sekitar pukul 04.00 Wita, warga Desa Boenaga, Kecamatan Lasoli Kepulauan dikagetkan datangnya banjir lumpur secara tiba-tiba.

Hal itu disebabkan keberadaan kolam pengendali air yang dibuat PT Manunggal Sarana Surya Pratama.

Akibatnya, warga Desa Boenaga yang tidak bersalah kembali menjadi korban. Banjir tersebut telah memasuki halaman sekolah dan menggenangi rumah-rumah warga.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT Manunggal Sarana Surya Pratama belum dapat dikonfirmasi.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!