25.6 C
Kendari
Minggu, Desember 4, 2022

Banyak Aset Wisata Bernilai Puluhan Miliar Kini Tak Terurus, Dewan Wakatobi Desak Pemda Segera Lakukan Pembenahan

Wakatobi, Britakita.net

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Badalan mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) segera membenahi berbagai aset Pariwisata yang mangkrak.

Sebab, banyak aset penunjang pariwisata di daerah berjuluk ‘Surga Bawah Laut’ ini menelan uang negara hingga puluhan milyar rupiah.

Legislator partai berlambang Beringin ini mengatakan, beberapa aset pariwisata yang pernah jaya di masanya dan kiri mangkrak, misalnya pulau Hoga.

“Tempat-tempat wisata di Wakatobi yang dulunya itu menjadi ikon sekarang ini menjadi aset-aset Yang rapuh yang pertama adalah hoga dulu dikenal sebagai tempat yang paling top untuk wilayah kabupaten Buton sebelum kita mekar tapi pada saat kita mekar saya rasa sudah sangat miris kondisinya,”bebernya.

BACA JUGA :  Enam Perwira Polres Wakatobi Lakukan Sertijab

Tidak hanya kondisinya memprihatinkan, banyak infrastruktur yang ada dibangun dengan anggaran proyek mencapai puluhan milyar juga sekarang terkesan terabaikan.

“Di beberapa tempat juga saya nilai ada ketidakseriusan pemerintah daerah untuk membenahi aset kita yang pertama adalah Sombu dive yang telah menghabiskan anggaran puluhan miliar tapi setelah itu seakan-akan itu tidak lagi berjalan,”paparnya.

Selain itu, lanjutnya, Pantai Sousu Pantai Wahai, Wambuliga dan Danau Kapota. Katanya, Infrastruktur yang bangun era kepemimpinan Hugua dan dilanjutkan dimasa kepemimpinan Arhawi itu dulunya menjadi kebanggaan bersama terutama di Pulau Wangi-wangi namun lagi-lagi hari ini sudah kurang layak.

BACA JUGA :  Jamaah Calon Haji Asal Wakatobi Bayar Transpor Sendiri Hingga Jutaan Rupiah, DPRD Geram, Sebut Pemda Langgar UU

Menurutnya,, proyek-proyek puluhan milyar seperti Sea World yang telah menghabiskan hingga Rp 21 miliar rupiah hingga kini telah menjadi bangunan yang diterabaikan

“Anggaran yang sudah dihamburkan dinilai nantinya tidak berguna apabila proyek-proyek tersebut tidak dilanjutkan. Tempat-tempat wisata di Wakatobi yang dulunya itu menjadi ikon sekarang ini menjadi aset-aset yang rapuh,”ucapnya.

“Karena daerah ini sesungguhnya terkenal dengan pariwisata tetapi bagaimana mungkin aset-aset kita yang bernilai ekonomi tinggi kalau tempat menjadi perputaran ekonomi masyarakat itu sekarang tidak ada perhatian dari pemerintah,”tutupnya.

Laporan: Samidin

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Populer

Berita Terkini

error: Content is protected !!